Kasih Sayang Ibu… 



oleh : Royani Tauhid diambil dari http://dudung.net/index.php?naon=depan&action=detail&id=584&cat=3
�Cucianmu sudah ibu cuci, Ni!� Kata ibuku ketika aku baru saja sampai di rumah. Aku segera beranjak memasuki kamarku dan melihat tempat cucian kotorku sudah kosong. Ah ibu, aku berusaha pulang cepat hari ini agar aku bisa mencuci baju-baju kotorku. �Ibu tahu, kamu pasti lelah�. Aku hanya bisa tersenyum memandangi wajah renta ibuku.Diusianya yang lewat setengah abad, ibuku termasuk wanita yang sehat. Beliau masih mampu mencuci baju semua anggota keluarga. Bukan berarti kami malas mengerjakannya tapi karena ibuku punya kebiasaan unik yaitu tidak bisa melihat barang-barang kotor. Tangannya langsung bergerak membereskan apa saja yang tidak sedap dipandang.
�Apa ibu nggak cape jika tiap hari selalu beres-beres, aku menggaji orang saja ya biar ibu bisa istirahat� kataku suatu hari. Ibu memandangku, �Kamu nggak suka ya kalau bajumu ibu cucikan�. �Aku sayang sama ibu, aku nggak tega melihat ibu bekerja keras tiap hari�, aku berusaha membujuknya untuk menerima saranku. �Ibu senang kalau diusia ibu sekarang, ibu masih mampu mengurusmu, mencucikan pakaianmu dan adikmu atau menyiapkan sarapanmu tiap pagi�. Yah..aku tak pernah lupa, jika hari libur kantorku hari sabtu dan minggu, ibu selalu menyiapkan nasi goreng daun mengkudu dan telor ceplok kesukaanku.
Aku ingat sebuah pepatah �Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu�
. Aku termenung sendirian dikamarku, diusiaku yang beranjak dewasa, aku merasa belum pernah sekalipun membahagiakannya. Pernah suatu kali, aku membelikan pakaian untuknya, tapi ibuku malah balik bertanya �Kamu sendiri beli nggak? Kalau kamu nggak beli, baju ini untuk kamu saja. Baju ibu masih banyak kok�, ibuku tak mau menerima. Esoknya aku beli baju lagi agar ibu mau menerima pemberianku.
�Ibu sudah bahagia melihat anak-anak ibu berhasil� kata beliau suatu kali ketika aku menanyakan apa yang bisa aku perbuat untuk membuatnya bahagia. �Melihat kamu dan kakak-kakakmu bisa mencari uang sendiri dan kamu bisa rukun dengan saudara-saudaramu, itulah kebahagian ibu� Aku teringat kakak-kakaku, alhamdulillah mereka semua sudah mempunyai penghasilan sendiri, hanya adikku yang masih kuliah.
Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat . Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita.Ya Alloh , curahkan kasih sayang-Mu pada kedua orang tuaku, teramat khusus untuk ibu. Allahummaghfirlanaa wali-waalidainaa warhamhumaa kamaa rabbayanii shaghiiraa. Amiin
Untuk Ibunda tercinta, I always love you.
November 17, 2007 at 12:36 am
hiks hiks hiks, terharu…
kalo gw pulang kerumah, hal pertama yang gw liat adalah,
mama lagi apa!?
trus bertanya, (kalo belum tidur)
mama knapa? (takut mama sakit :p)
mama maap ya pulangnya malem lagi hari ini..
@rockerbad : titip salam buat mamanya yah,
November 27, 2007 at 7:46 pm
hai ka ratihh..nama ku bina,,aku lagi buka artikel tentang skoliosis n yg kebuka ya blog kk ini.biar tulisanku kebaca,kupikir ya tulis di postingan terbaru aja hehe…kita senasib hehe..tapi aku udah operasi..mungking laen kali bisa curhat2.sharing2 gitu..ke email ku aja yaa..salut deh sama kk.anak itebe pula.hebat hebat
makasih ya kaaakkk…
@bina : thx bina, walah kalo gitu saya salut buat semua, karena masi mau care ama badannya masing2, tenang aja kalo comment biar kebaca ga harus di postingan terbaru kok, kan ada list comment2 barunya, sip2 kapan2 sharing2 yah, sama2 bina, makasih balik dah mau berkunjung
December 16, 2007 at 5:07 pm
wah..terharu banget aku pas baca postingan ini, langsung ingat mamaku di rumah +_+.
@dy : iya, miss u mom
January 20, 2009 at 4:18 pm
hikksss bagusss bgtttttt!!!
nyentuh bgttt
mamaaaa kangennnnnn
November 24, 2009 at 11:55 am
Mamah adalah yang w sayangi bgt pokoke………………………..