April 2007


Aduhh..ga bener nih, bukannya melakukan sesuatu yang berguna malah browsing2 dan ikutan2 tes2 ga jelas, tapi entah kenapa aku senang hehe

Nih, tadi ikutan tes tentang left brain or right brain, hasilnya …(kalo ikutan tes klik aja linknya :p)


You Are 70% Left Brained, 30% Right Brained


The left side of your brain controls verbal ability, attention to detail, and reasoning.
Left brained people are good at communication and persuading others.
If you’re left brained, you are likely good at math and logic.
Your left brain prefers dogs, reading, and quiet.

The right side of your brain is all about creativity and flexibility.
Daring and intuitive, right brained people see the world in their unique way.
If you’re right brained, you likely have a talent for creative writing and art.
Your right brain prefers day dreaming, philosophy, and sports.

Hehe…tadi iseng maen ke blog http://www.readavon.blogspot.com/ trus nyobain deh, yukk..mau ikutan juga gak, sekalian tau, kalo kita tipe blogger yang gimana gitu heuheu..


Your Blogging Type Is Thoughtful and Considerate


You’re a well liked, though underrated, blogger.
You have a heart of gold, and are likely to blog for a cause.
You’re a peaceful blogger – no drama for you!
A good listener and friend, you tend to leave thoughtful comments for others.

Akhirnya aku mem-publish hal ini di blog.

Scoliosis adalah salah satu kelainan tulang yang dialami manusia, untuk versi lengkapnya silahkan baca di wiki

Iya…aku adalah salah satu penderita kelainan tulang ini. Berat rasanya kalau orang tau kekurangan ku yang satu ini, karena aku takut dikasihani. Jadi buat yang membaca postinganku kali ini, jangan pernah Anda mengasihani tubuh yang masih bernyawa ini karena dia lebih kuat dari yang Anda duga, setidaknya berusaha lebih kuat. Sebenarnya ide menulis hal ini di blog baru beberapa saat tadi, dari browsing2 yang ga jelas dan sampailah di suatu blog dari friend listnya manda,disini, Foto ini dari blognya juga(diambil dari wikipedia juga)

seperti_punyaku

Selanjutnya aku mau bercerita disini tentang riwayat aku mengetahui penyakit ini. Waktu itu aku masih duduk di kelas 3 SD tapi waktu memakai tas ransel entah mengapa aku merasa tasnya ga seimbang, trus aku iseng nanya ke temen rumah(Rina) waktu itu, ‘Rin, bahu kanan ama kiri gw sama ga sih tingginya’ berhubung saat itu derajat kebengkokan(wuhaha..lucu2, maksudnya kemiringan) tulangku masih kecil jadinya ga terlalu keliatan. Menyesalnya lagi hal ini tidak pernah aku bilang sama mama karena aku menganggap hal ini bukan hal besar yang harus diadukan, berhubung saat itu masih SD lho bo! Tahun demi tahun terlalui dan saat itu aku SMP kelas 3, tiba2 saat lagi ngerjain PR di meja, mama memperhatikan bentuk badanku yang sudah mulai berubah trus ngomong ‘Tih, kok bentuk punggungnya aneh yah tih, ada yang menonjol, yang sebelah kanan(red. kalo ga salah hehe)’, trus aku jawab, ‘ iya gitu mam’. Dan ternyata usut punya usut setelah mama berkonsultasi dengan teman2nya akhirnya aku dibawa kedokter tulang. Pas masuk ruangan dokter, dokternya ngomong, ‘coba di buka bajunya dek’. Spontan aku langsung lirik mama, ya iyalah masa’ aku buka baju di depan dokter itu, mana dokternya cowok lagi, tapi pas aku lirik ke mama, mama langsung nanya ke dokternya, dan dokternya menjelaskan hal ini dimaksudkan untuk melihat posisi tulang belakangku yang udah megal-megol ga jelas ke kiri dan ke kanan. Apa boleh buat akhirnya aku menuruti perkataan dokter itu. Aduhh…ini pertama kalinya naked di depan cowok bo! mana dokternya jelek lagi, mending kalo ganteng hehe…Eh kok malah ngelantur, oke lanjut ke cerita berikutnya, abis aku buka baju di depan mama, dokter dan suster akhirnya dokter berbicara dengan mama dan memberi arahan sama mama buat masuk ke ruang tamu di belakang kamar prakteknya, ternyata disitu udah ada orang yang ngajak mama negosiasi tentang penanggulangan penyakitku, saat itu aku ga tau tingkat kemiringan tulang belakangku, orang itu bilang ke mama kalo aku harus pake jaket besi atau operasi dan mulai lah dia bernegosiasi dengan harga yang cukup melangit saat itu(maklum keluargaku bukan dari golongan atas). Mama sih cuma iya2 aja, akunya aja yang pengen ngelempar sendal ke muka tuh orang, dasar orang sakit kok malah dibikin susah bukannya dibantuin, dasar dokter yang jahat! DAMN!!

Setelah mendengar pengarahan dari teman si dokter jahat itu, akhirnya mama dan aku pulang ke rumah. Sampai di rumah mama langsung cerita ke abak(panggilan buat bapakku). Abak langsung sedih, karena aku satu2nya anak perempuan, aku tau apa yang ada di benak abak saat itu, kesedihan orang tua melihat anaknya menderita. Tapi tenang aja aku ga buat abak makin sedih kok, buktinya aku masih bisa lari sana lari sini sampe sekarang alhamdulillah walaupun suka bandel kalo abak dah bilang ‘ratih, duduk nya yang bener dong’ atau ‘tidurnya telentang ya anak gadisku’. Oh..iya..setelah divonis punya skoliosis aku harus tidur di dipan kayu yang ga ada kasurnya cuma beralaskan bed cover doang, hal ini dimaksudkan biar posisi tulangku tetap lurus karena ga pake kasur. Ga enak, ga empuk, ya iyalah ga empuk secara itu tidur di dipan kayu dan ga pake bantal lagi. HIks..tapi aku lalui semuanya dengan senyum karena aku tahu abak, mama, dan kedua adikku prabu dan dio selalu men-support ku, malah suka kita jadiin becandaan si tulang bengkok yang satu ini hehhee..

Akhirnya masa2 SMP selesai, abak akhirnya mengambil keputusan untuk mengirimku ke SERPONG, ke SMU INSAN CENDEKIA, yang katanya didirikan atas gagasan HABIBIE, itu loh, orang Indonesia yang pinter yang bisa bikin pesawat terbang hehhe…Karena aku SMU nya di Serpong, abak berpikir akan melakukan pengobatanku di Jakarta ajah, bukan pengobatan tapi operasi, operasi ini karena melakukan pembedahan pada tulang belakang jadinya kalo operasinya gagal yah aku mungkin lumpuh hehehe…serem yahh. Tapi entah mengapa 3 tahun berlalu dan aku tetep ga dioperasi, saat awal kelas 1 abak lagi ga punya uang buat operasiku, tapi setelah pertengahan kelas 1 alhamdulillah kami diberi rezeki, aku sempat akan bikin paspor karena katanya mau operasi di Penang aja, tapi ga tau terakhir yang aku tahu, abak takut kalo aku dioperasi, karena dia takut aku kenapa2. Aku mengerti perasaan abak karena aku adalah anak kesayangannya (ini memang kenyataannya lho). Aku juga sempat berkonsultasi dengan dokter spesialis tulang di RS Internasional Bintaro, kalo yang ini dokternya dokternya cuakeeppp banget ampe sekarang masih ingat namanya, Dr Luthfi , cakep bo! tapi sayang ga disuruh naked karena dia bilang ngeliat kamu berdiri aja saya tau kamu sakit apa, dia malah langsung nyuruh aku ke bagian rontgen walhasil akhirnya aku tau ternyata derajat kemiringanku udah 45derajat hiks..karena derajat kemiringan ini ternyata sudah cukup parah, udah ga bisa lagi pake jaket besi dan udah harus dioperasi, sedihhh…

Akhirnya aku kuliah, here I am, ITB, cuma teman2 SMU yang tau tentang penyakitku, dan aku senang mereka tidak pernah mengasihaniku, mereka memperlakukanku sama kayak yang laen, walaupun mereka tau kalo aku ga boleh ikut olahraga yang berat2. Olahraga yang boleh aku ikuti cuma ada beberapa dan yang paling bikin aku seneng adalah renang termasuk di antara olahraga itu walaupun ga boleh berenang pake gaya dada karena ga bagus buat tulangnya. Aku sebel kalo udah dilarang lari sana lari sini, loncat sana loncat sini, wong aku masih bisa kok, walaupun aku tau bisa berakibat fatal pada tulang belakangku tapi tetep aja maen2 hehe..abis aku tuh emang bandel, ya kan bak (abak adalah salah satu penyumbang sifat bandel yang ada di aku :-) ) hehehe…

Again and again, aku periksa lagi ke dokter dan sekarang berita yang dibawa di dokter membuatku hilang harapan. Setelah aku disuruh naked kembali kali ini dokternya udah tua, tiba2 setelah diperiksa dokternya bilang ‘Ini harus udah dioperasi secepatnya’ trus om ku yang baik hati yang telah membawaku ke rumah sakit ini bilang ‘kira2 biayanya berapa ya dok’, dan si dokter menjawab ‘aduh, saya kurang tau’ dan dokter tersebut merekomendasikan dokter lain karena dia merasa dia tidak mampu untuk mengoperasiku, karena ‘ini resikonya dah besar Pak, kalo operasinya gagal bisa meninggal’. Gila ga tuh dia bilang gitu di depan gw, si om langsung melihat ke arahku dengan tatapan sayang terhadap keponakannya ini dan aku cuma bisa membalas dengan senyuman dan berpura2 tidak terjadi apa2. damn! padahal saat itu rasanya pengen teriak, kenapa jadi begini sih!! aku ga ngerti! Akhirnya kami pulang dari rumah sakir itu, om langsung telepon abak, dan bilang operasinya harus secepatnya. Aku tahu saat itu abak lagi kesusahan uang karena dia berantem sama walikota karena ga cocok pola pemikirannya, yah gimana mau cocok si walikota nepotisme dan abak ga suka, jadi deh si abak ga dapet proyek dari walikota lagi, ohhh..iyaa..abak itu kontraktor. Tapi abak bilang ‘oke’. Jadi deh aku divonis bakal operasi bulan juni 2006 kemaren, tapi tenang aku belum jadi operasi kok karena uangnya melayang kembali setelah abak salah mengambil keputusan dalam menginvestasikan uang itu. Aku ga nyalahin abak, mungkin itu bukan rezekiku. Tapi jujur aku marah sama Allah, aku tahu ga seharusnya aku marah, tapi ntah kenapa aku marah.

Kemudian tanteku mencari alternatif lain, kami pun menemukan salah satu alternatif yaitu ‘Canadian Chiropractic’ semacam terapi dengan menggunakan alat bantu dan disini dokter2nya menekankan kalo pengobatan ini tidak pake operasi. Dokter2nya bule semua, berhubung ini pengobatan baru dari kanada kalo ga salah. Satu kali terapi Rp. 600.000,- dan ada paket 12 kali terapi menjadi Rp. 400.000 per satu kali terapi. Setelah berdiskusi dengan abak dan om akhirnya aku memutuskan menjalani percobaan terapi sebanyak 12 kali, dimulai dengan 2 kali seminggu dan disinilah akhirnya aku meminta bantuan mas buat nganterin terapi karena aku ga tau harus minta tolong ke siapa lagi, saat itu aku minta saran seorang teman dan dia menyarankan mas, walhasil gara2 peristiwa antar jemput inilah aku deket sama dia dan akhirnya kita saling sayang cuit..cuit..hehehehe…

Mas nganterin aku ke tempat praktek yang letaknya di setra sari, pada awalnya aku ga bolehin dia ikut masuk ke tempat terapi ku karena aku malu, aku takut kalo gara2 dia mengetahui bagaimana kondisiku dia bakal takut sama aku. Tapi setelah beberapa kali akhirnya aku meminta dia nemenin aku ngejalanin terapi ku. Terapinya pake baju kok, ga lepas kerudung juga, cuma memang saat aku disuruh tengkurap posisi tulangku keliatan menonjol. Sesudah terapi aku nanya sama si mas, ‘yah gitu deh, badanku yang sebenarnya, penyok-penyok hehehhe…, takut gak?’ dan dia jawab ‘ga kok, biasa aja deh, ga keliatan kok’, aku bingung denger komentarnya, buta apa yah ga keliatan, jelas2 keliatan banget aneh deh. Tapi terima kasih ya sayang , setiap kata darinya, dia selalu mensupport aku apa adanya. Dan aku seneng karena dia sudah tau duluan sebelum akhirnya kita saling sayang dan berusaha menjalani ini berdua.

Back to scoliosis, berhubung terapinya udah selesai dan aku juga belom operasi, jadinya si mas selalu ngingetin, ‘tih, jangan lupa berenang’, karena dia tau berenang salah satu terapi yang baik buat penyakitku terutama gaya punggung. Lho..kok balik ke cerita tentang si mas yah.

Back to scoliosis again, sekarang aku disini, di TEknik Informatika ITB, mencoba mewujudkan impian walau kadang2 semangat untuk hidup udah ga ada, tapi berhubung ada Abak, mama, prabu , dio dan mas yang selalu mendukung jadi deh sekarang aku ga mau nyerah, tetap berusaha, insya Allah semuanya ada hikmahnya :-)

Jadi bersyukurlah kamu yang mempunyai tubuh sehat dan sempurna, apalagi ditambah otak encer dan wajah yang rupawan, jangan lupa bilang alhamdulillah sama Allah yah. Buat temen2, yang punya pengalaman kayak gini, jangan pernah malu dengan keadaan kita, walau pun berjalan dengan tubuh miring ini tapi kita beruntung masih punya orang2 dekat yang sayang sama kita.

Sekedar sharing dan meluapkan isi kepala yang udah lama mengendap di tubuh lemah ini.

Nb.

1. naked disini means cuma buka baju doang lho, ga pake buka celana, oke!

2. efek scoliosis kalo ga dioperasi, bakal susah melahirkan dan biasanya meninggalnya bukan karena masalah tulang tapi karena masalah pernafasan sebab orang scoliosis, ruang paru2nya kecil misalnya untuk orang normal 11cm, 5 tahun yang lalu aku cuma punya 7 cm, jadi ga tau deh sekarang punya berapa, itu sebabnya aku sering cepat sesek kalo jalan atau lari. well, thats me, guys! makanya aku sekalian mau minta maaf buat temen2 yang merasa dirugikan (terutama yang sekelompok tugas sama aku) dengan kekurangan ku ini yah, karena aku sering sakit, asma, sesek, yahh gitu deh karena ini, tapi inilah aku, mohon diterima apa adanya. terima kasih

gabung yuk di milist http://msindonesia.org

MSI –> Masyarakat Skoliosis Indonesia

yuk kita berusaha biar bisa membantu sesama, dan edukasi buat masyarakat tentang skoliosis serta riset biar pengobatan dan ilmu kesehatan bisa lebih baik untuk skoliosis

Entah kenapa akhir2 ini gw ngerasain kalo gw tuh pembawa sial, bisa dibilang segala sesuatu yang ada gwnya tampaknya akan mengalami hal2 yang tidak menyenangkan. Terbukti dengan divisi PSDA, menurut gw gagalnya LPJ PSDA diterima dengan mutlak itu karena kesalahan gw, walau gw ngerasa gw udah kerja tapi tetep aja, gw belon bisa meng-handle anggota2 gw akibatnya ketua divisi gw terkena dampaknya dan akhirnya semua anggota harus ikut mengerjakan dan bertanggung jawab ama satu proker terbesar di salah satu divisi yang dimasukinya nanti. Sebenarnya sih, ga ada aturan kalo harus dijalanin tapi tetep aja itu kan beban mental.

Aduhh…

Bukti satu lagi, divisi satu lagi yang kena imbasnya karena ketua divisinya ada hubungannya dengan gw, mengalami hal yang sama. Ga enak denger komentar2 yang bilang kalo ketua divisinya sih kebanyakan pacaran. Emang ada hubungannya yah sama hal itu, kayaknya ga ada deh. Yang ada tuh karena gw si Pembawa sial.

Dari dulu ampe sekarang gw selalu nyusahin bokap nyokap gw, dari kecil udah sakit2an, ampe gede pula sakit2annya trus sekarang udah gede sekolahnya mahal2 dari sma di serpong, ampe masuk ITB pake jalur USM padahal gw dah keterima di UGM yang bayarnya cuma 1/6 dari bayar masuk ITB, tapi entah kenapa nyokap gw maunya di ITB, dan ga ngijinin SPMB karena mam takut kalo gw ga jebol SPMB jadinya ITBnya melayang. Dan akhirnya disinilah gw, di ITB.

Maafkan gw yah orang2, siapapun dan dimanapun , yang terkena dampak sial dari gw. Gw ga pernah bermaksud jahat, tapi ga tau kenapa hasilnya seperti ini. Mana lagi sifat pemalas dan moody yang gw punya bikin orang2 eneg ngeliat gw, maafin gw, entah kenapa sifat itu susah lepas dari raga yang masih disangkuti nyawa ini, entahlahh…

Dan untuk kesekian kalinya gw minta maaf yahh….

Dan saat ini aku memutuskan untuk tidak menjalin kedekatan dengan siapapun kecuali si mas karena gw ga bisa jauh darinya, dan dengan sekuat tenaga kesialan gw akan gw jauhin dari dia,, doain gw yahh…

Fakta terbaru, kemaren 16 April 2007, aku ngilangin STNK dan SIM nya si mas, apa aku harus menjauh dari semua orang, ya Allah..aku mohon beri petunjuk pada hambaMu yang hina ini

bunga
HMm….masih inget waktu pertama kali dia bilang sayang sama aku, jemput aku pas lagi ngerjain tugas besar di tempat abi, nungguin ampe nganterin ke kos dan akhirnya dia bilang kalimat itu sambil nyuruh aku mejemin mata, tapi akunya ga mau, maunya balik badan doang, pas dia bilang ‘udah’, ehh…akhirnya aku dapet bunga untuk pertama kalinya dari seorang cowok hehe..(akhirnya dapet juga). Seneng banget rasanya, perasaan tuh rasanya berbunga-bunga(apalagi dikasi bunga), tapi kok sekarang ga pernah dapet bunga lagi yahh..hikss…, pertanda apakah itu, yahh…hanya dia dan Allah yang tau, biarkanlah semuanya berjalan apa adanya dan insya Allah semua ada hikmahnya :-)

korbangosipmalang

Gimana dengan foto yang ini, ada yang tau gak historynya, tapi aku yakin kok udah pada tau soalnya kita bertiga kan terkenal masa itu (wuhaha..ga jelas lagi, masa itu? Emang masa renaissance kesannya kita dah tua banget J).

 

Kalo foto yang ini ceritanya

Kita bertiga digosipin ama cowok2 jelek di IF (maaf yang merasa tersindir, silahkan comment buat yang tersindir huahaha…), tapi kita sih cool aja soalnya kita emang orangnya oke banged..sihh (ya elahh..ga jelas lagi), maaf curhat kali ini emang ga jelas. Lanjut, kalo ga salah yang pertama digosipin tuh yang paling kiri trus yang di tengah dan terakhir yang di kanan. Berhubung cowok2 itu berasal dari kota Malang, jadinya kita dijuluki “Istri-istri Malang”. Nah namanya aja dah ambigu tuh yang pertama artinya bisa istri-istri dari suami yang notabene orang Malang atau istri-istri yang kehidupannya malang karena perbuatan suaminya (Duhh..mulai BLBH (BX) nih gw..).

Tapi yang pasti akhirnya ada satu orang dari kita yang akhirnya bebas dari gosip, pasti dah pada tau kan yang mana, hehe..ge.er.. banget sih. (yang sebelah kanan). Dan sekarang semoga yang sebelah kanan awet trus ama masnya ampe maut yang memisahkan kita berdua, amin. (Aku berserah diri padaMu ya Allah).

aduhh..dari kemaren pengen nge-blog tapi ga tau deh, kok tiba2

yang tadinya pengen ditulis jadinya ga jadi, anyway…

sekarang daku mau curhat lagi yah..dan jangan bosen2 ngasi komentar yah teman…

 

Inget ama kejadian kayak di foto ini ga??

Wuhaha…kemaren lagi iseng buka2 koleksi foto2 di komputer da ternyata menemukan foto duacewek ga jelas ini. Kalo pada ga inget history dari foto ini, aku kasi tau lagi yahh..

Di suatu hari, si rok biru-pink tiba-tiba ngomong, „Eh, gimana kalo kita pake rok kembaran itu, gimana?“ Karena yang pake rok coklat-merah orangnya pendiem dan pemalu (boong deng…wuhahaha….), langsung saja mengiyakan tanpa banyak bertanya padahal di dalam hati banyak perdebatan (‚Duhh..bisa heboh nih di kelas..’).

Dan pada hari yang dijanjikan

Eng ing Eng…. duocewekoke

Hasilnya yah itu dia dua cewek ga jelas pake rok kembar berbeda warna dan sepanjang jalan pasti ada yang komentar tentang rok kita, tapi seneng kok banyak juga yang minta foto kita (Ga deng..yang ini boong juga)

 

Aduhh..jangan percaya ama apa yang kalian baca, percaya lah ama yang kalian liat yah teman, aduh gw mulai ga jelas lagi nih, sekian saja curhat kali ini. Bubyee….

Sabuga, penerimaan mahasiswa baru ITB tahun 2004, kita pertama kali kenalan waktu lagi daftar ulang, berhubung kita sejurusan jadinya kita ngantrinya di tempat yang sama. Kita harus ngantri buat di presensi sekalian buat dapetin nim, karena kita datangnya pagi-pagi banget walhasil kita dapet nim-nim awal, aku nim 12 dan dia nim 14. Saat itu aku duduk di kursi antrian depan dan dia duduk di kursi antrian belakang. Pertama dia kenalan ama cowok di sebelahku baru abis itu kita kenalan. Pertama kali kenal, aku ga punya kesan apa-apa sama dia dan hal yang sama juga terjadi sama dia. Hari itu berlalu begitu aja.

Selanjutnya kita OSKM, kuliah, dan ospek jurusan, ga sedikitpun inget sama dia, semuanya berlalu cukup sampai di Sabuga dan tidak berlanjut. Bahkan masa-masa ospek jurusan, kita juga ga inget kalo kita pernah kenalan di Sabuga. Semester pertama selesai, makin banyak temen, makin banyak kenalan, walaupun kita sejurusan tapi kita beda kelas, karena tanpa sengaja di malam lebaran 2004 aku sempet OL, trus ga sengaja kenalan ama anak sejurusan, sebut si Z lainnya (kalo mau tau liat aja di page about :-) ) dan akhirnya kita malah curhat di malam takbiran. Aku dan Z temenan, dan kita deket, kita sahabatan dan ternyata si Z sekelas dengan dia. Akhirnya kita ketemu lagi, tapi tetep tidak ada kesan apa-apa bahkan walaupun kita sekelas olahraga di semester dua tapi tetep aja kita ga ada apa-apa.

Ujian naik tingkat, hiks..nilaiku turun bangett…tapi alhamdulillah semuanya lulus

Sekarang kita tingkat dua, semester tiga, dan ga diduga-duga kita sekelas bahkan akhirnya sekelompok dalam tugas suatu mata kuliah. Dan berawal dari tugas ini rasa itu akhirnya tumbuh, ternyata dia juga merasakan hal yang sama, tapi kita masih malu-malu dan saat itu kita masih punya orang lain yang deket jadinya kita tetep berteman walau sekarang ada sedikit rasa yang nyelip di kalbu ini. Kelompok tugas kali ini emang beda, awalnya kita ga kenal, yah lebih tepatnya aku yang sama sekali ga kenal sama mereka karena waktu tingkat satu aku beda kelas ama temen kelompok yang lain. Tapi semuanya welcome, thx guys…

Malam terakhir kita mau ngerjain tugas karena besok harus udah dikumpul dan dipresentasiin akhirnya kita nginep di salah satu rumah temen kelompok buat ngerjain dan niatnya sih begadang tapi berhubung temen kelompok cewek satu lagi, sedang sakit jadinya cuma aku ceweknya dan yang lainnya cowok dan nginepnya di rumah cowok pula, pengalaman pertama nginep di rumah cowok dan aku satu-satu nya cewek. Awalnya semuanya ngerjain, trus satu persatu akhirnya nyerah dan tidur kecuali dia. Salut buat dia, dianya begadang dan ga tidur sama sekali. Waktu aku tidur, tidurnya tuh di sofa tepat di atas dia, kan dia duduknya di karpet trus nyandar di sofa. Dan menurut pengakuannya waktu itu dia ngeliatin aku tidur, katanya aku tidurnya nyenyak banget. Hihii…seneng deh pas tau :-) dan jam tiga aku dibangunin dan Alhamdulillah tugas kita selesai (hehee…yang ngerjain dia :-) ).

Tapi berhubung tugas dah selesai, kitanya ga pernah bareng lagi. Semester tiga berlalu dan masuk semester empat, kita sekelompok tugas lagi, tapi ga seru, ga tau kenapa. Tapi semester ini bener-bener ngasih kejutan. Seseorang di kelas nyatain perasaannya ke aku tapi sayang akunya ga ngerasain hal yang sama. Maafkan aku yah teman, tapi senang sekarang kita bisa temenan tanpa terbebani apa-apa. Tadinya aku cerita ke temen-temen deket termasuk dia dan ga tau kenapa beberapa temen yang lain tau. Trus pas lagi ledek-ledekan di depan himpunan mereka mulai mau nyebut-nyebut nim seseorang yang nyatain perasaannya ke aku dan temen-temen yang saat itu ada di depan himpunan mulai nanya-nanya, „siapa sih??“, spontan aku marah dan salah satu dari mereka nyebut nim asal-asalan dan ternyata nim itu nimnya dia. Dan abis di sebut ga disengaja dia tiba-tiba muncul entah dari mana dan mau ke himpunan. Langsung deh dia di bencandain sama anak-anak, dia yang ga tau apa-apa, langsung nanya plus senyum-senyum ga jelas. Nah berawal hal ini akhirnya kita digosipin.

Tapi semuanya cuma gosip karena kita memang ga ada apa-apa. Dan dari gosip ini akhirnya muncul curhatan „Istri-Istri Malang“. Karena sering diledek-ledekin, kita jadinya sering suka mesam-mesem hehe..abisnya lucu aja, hari gini masih di ledek-ledekin, kayak anak SD ajah.

Cerita awal kita mulai deket itu mulanya dari aku yang minta anterin dia (ini juga gara-gara saran dari seseorang) ke suatu tempat, urgent banget, awalnya sih dianya ga mau, nyebelin banget padahal waktu itu butuh banget bantuan. Akhirnya minta bantuan temen yang lain, karena tujuan nya menyangkut hak yang privasi banget jadinya cuma berani minta bantuan ke temen deket. Pas hari H aku nanya ke dia, ya udah yang kemaren ga jadi soalnya aku dah minta anterin ma yang laen, eh dia malah jawab lho kok ga jadi akunya bales kamu ini gimana sih kemaren katanya ga bisa dan dia nya cuma senyum doang, trus karena setiap dua kali dalam seminggu, aku harus ke tempat itu ya udah aku bilang ke dia aku minta anterin buat yang selanjutnya dan dia setuju.

Tapi pas jam J nya ternyata temen yang aku minta anterin ga bisa, aku panik dan langsung telepon dia dan dianya dah di kos,tapi akhirnya dia mau balik ke kampus buat jemput aku lagi. Baik juga sih. Trus dari kampus, dianterin deh ke tempat yang dituju. Tapi lucu kalo inget dulu, setiap kali mau pergi berdua dari kampus, pas lewat depan himpunan, pasti deh di ledek-ledekin dulu sama anak2. Jadinya kita berdua mesam mesem, malu-malu hehe..ga jelas. Tapi peristiwa antar jemput selanjutnya berlangsung dengan baik dan gara2 peristiwa inilah akhirnya terucap “Aku sayang sama kamu” hehe….

 

 

Tapi kayaknya hal ini tidak akan pernah terjadi tanpa bantuan orang-orang ini, thx to Ebhel, kakak, hanin, nyer, PoGirls, upik, vania, vicki dan zakka, thx a lot yahh